Nama
saya Firly Rosihani. Saya dilahirkan di Gresik, 30 Oktober 1992. Biasanya di
panggil Firly. Namun kebanyakan orang memanggilku Piping. Jauh yaa dari Firly
kemudian bisa jadi Piping. It’s a funny name, my daddy who give me name that.
Hobi saya banyak, kebanyakan sih tidur. Hehehe. Tapi yang paling saya suka
editing dan reading. Saya mulai suka dengan editing sejak SMA, saya sering
membuat cover, mengedit foto, hingga saya pernah diminta oleh salah satu
follower saya di twitter untuk membuat avatar untuk akun yang di dominasi oleh
para remaja Gresik, dimana akun tersebut sebagai ajang silaturahmi bagi
masyarakat Gresik dengan nuansa humoris. Kalau reading baru-baru ini saya mulai
menekuninya. Awalnya hanya sekedar ngefans salah satu petinggi di Indonesia
yaitu Dahlan Iskhan. Beliau adalah ispirasi saya untuk terus membaca dan
membaca. Hingga saat ini saya memiliki beberapa koleksi dari buku-buku beliau. Dari
kedua hobi saya ini, nantinya saya berharap menjadi wanita karir yang sukses.
Amiiin. Bukan hanya itu, saya juga ingin menjadi muslimah sholehah yang
tentunya berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Saya adalah orang yangg sangat
humoris. Sampai pernah ada seseorang yang menganggap saya alumni dari lenong
bocah sangking cerewet dan banyolnya saya. Hahaha. Banyak teman-teman yang
mengatakan bahwa mereka nyaman berteman dengan saya dan saya pun menyadari hal
tersebut. Saya adalah pendengar yang baik, saya sering dijadikan tempat curhat
oleh teman-teman saya. Sesekali mereka menceritakan sesuatu yang sangat rahasia
kepada saya. Dan itu suatu kebanggaan bagi saya, karena teman-teman saya
memberikan kepercayaan kepada saya untuk saling berbagi sesuatu yang mereka
tidak bisa bagi kepada orang lain.
Sebelum
bercita-cita sebagai wanita karir, awalnya saya bercita-cita sebagai dokter
gigi. Mengapa harus dokter gigi? Cita-cita ini dimulai sejak saya masih SD dan
sering di ajak oleh daddy saya ke dokter gigi untuk periksa atau mencabut gigi.
Intensitas kedatangan saya ke dokter gigi yang terlalu sering membuat saya
ingin bahkan ingin sekali menjadi dokter gigi. Keinginan ini ditambah dengan
Pakde dan Bude saya yang menjadi dokter, juga sepupu-sepupu saya yang banyak
menjadi dokter. Namun Allah berkehendak lain, kelebihan saya sebagai orang yang
cakap dalam berbicara, membuat saya terjun dalam dunia Komunikasi.
Saya
mempunyai banyak kelemahan pada diri saya. Menangis atau bisa dibilang cengeng.
Mulai dari melihat adegan yang menyedihkan, mengharukan sampai bahagiapun saya
akan dengan mudah meneteskan air mata. Entah mengapa, saya sangat mudah sekali
menangis. Lebih parahnya lagi saya tidak bisa diperlakukan secara sepele atau
diperlakukan secara kasar, karena saya akan mudah ngambek, nggondok, marah dan
sebagainya. Apalagi ketika PMS, masa-masa tersebut akan membuat mood saya
hancur berantakan. Kadang kala teman-teman dan keluarga terdekat saya yang akan
mendapatkan imbas dari mood berantakan saya ini. Biasanya saya suka marah-marah
nggak jelas, mulut kayak bebek tanpa alasan, sampai diam seribu bahasa nggak
mau ngomong sama siapapun. Akhirnya apabila saya dalam keadaan PMS ini, saya
sering mengindari kontak dengan orang-orang disekitar saya, karena saya takut
nantinya mereka menjadi imbas dari ketidaktahuan mereka.
Satu
kekurangannya saya adalah sebuah kelebihan saya. Namun ini adalah kelebihan
berat bedan. Sudah ribuan cara dan ribuan kali saya mencoba untuk diet namun
hasilnya adalah non sen. Mungkin saya memang diciptakan sebagai gadis gendut
yang lucu, imut, unyu, dan gemesin K mulai dari
menahan makan, menahan nafsu sampai menahan keluarnya uang di saku, sudah saya
coba. Dan pada akhirnya saya menyerah karena menurut mama saya, saya tidak
gendut dan cantik tidak ada duanya. Nenek saya tinggi besar, mbah kung saya
tinggi besar, ayah saya gendut, tinggi, besar, mama saya gendut. Saya
menyimpulkan saya terlahir dari keturunan yang besar dan gendut. Pasrah.
Demikian
tentang diri saya.