Kamis, 13 Juni 2013

Semoga Tidak Kamu Lagi

Ada rasa sedih saat melihatmu bahagia. Bukan karena aku tidak ingin kamu bahagia, melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu. Itu menyakitkan, seperti pukulan yang sebenarnya ingin buatku tersadar. Mungkin ini waktu untuk aku terpuruk, supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan, sehingga doa dapat melahirkan semangat dan kemudian buatku bangkit.
Namun ketahuilah sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu, ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu mengelilingi tubuhku dan jantungku berdenting demi kau menari-nari di pikiranku. Ada satu hal yang sampai hari ini masih membuat aku bangga menjadi aku, itu karena aku mampu terima kamu apa adanya. Aku meminta ampun kepada Tuhan, sebab aku pernah berharap kalau suatu saat, ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu, aku ingin tak pernah lagi menginjak bumi. Sebab hidup  jadi terasa bagaikan dinding yang dingin. Aku harus menjadi paku, sebab kamu bagai lukisan dan cinta itu palunya. Memukul aku, memukul aku dan memukul aku sampai aku benar-benar menancap kuat.
Pada akhirnya, semoga, tidak kamu lagi yang aku lihat sebagai satu-satunya cahaya di dalam pejamku sebelum pulas. Amin.
Puisi karya Zarry Hendrik

Rabu, 12 Juni 2013

Kekurangan Saya adalah Kelebihan Saya, Kelebihan Berat Badan


Nama saya Firly Rosihani. Saya dilahirkan di Gresik, 30 Oktober 1992. Biasanya di panggil Firly. Namun kebanyakan orang memanggilku Piping. Jauh yaa dari Firly kemudian bisa jadi Piping. It’s a funny name, my daddy who give me name that. Hobi saya banyak, kebanyakan sih tidur. Hehehe. Tapi yang paling saya suka editing dan reading. Saya mulai suka dengan editing sejak SMA, saya sering membuat cover, mengedit foto, hingga saya pernah diminta oleh salah satu follower saya di twitter untuk membuat avatar untuk akun yang di dominasi oleh para remaja Gresik, dimana akun tersebut sebagai ajang silaturahmi bagi masyarakat Gresik dengan nuansa humoris. Kalau reading baru-baru ini saya mulai menekuninya. Awalnya hanya sekedar ngefans salah satu petinggi di Indonesia yaitu Dahlan Iskhan. Beliau adalah ispirasi saya untuk terus membaca dan membaca. Hingga saat ini saya memiliki beberapa koleksi dari buku-buku beliau. Dari kedua hobi saya ini, nantinya saya berharap menjadi wanita karir yang sukses. Amiiin. Bukan hanya itu, saya juga ingin menjadi muslimah sholehah yang tentunya berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Saya adalah orang yangg sangat humoris. Sampai pernah ada seseorang yang menganggap saya alumni dari lenong bocah sangking cerewet dan banyolnya saya. Hahaha. Banyak teman-teman yang mengatakan bahwa mereka nyaman berteman dengan saya dan saya pun menyadari hal tersebut. Saya adalah pendengar yang baik, saya sering dijadikan tempat curhat oleh teman-teman saya. Sesekali mereka menceritakan sesuatu yang sangat rahasia kepada saya. Dan itu suatu kebanggaan bagi saya, karena teman-teman saya memberikan kepercayaan kepada saya untuk saling berbagi sesuatu yang mereka tidak bisa bagi kepada orang lain.
Sebelum bercita-cita sebagai wanita karir, awalnya saya bercita-cita sebagai dokter gigi. Mengapa harus dokter gigi? Cita-cita ini dimulai sejak saya masih SD dan sering di ajak oleh daddy saya ke dokter gigi untuk periksa atau mencabut gigi. Intensitas kedatangan saya ke dokter gigi yang terlalu sering membuat saya ingin bahkan ingin sekali menjadi dokter gigi. Keinginan ini ditambah dengan Pakde dan Bude saya yang menjadi dokter, juga sepupu-sepupu saya yang banyak menjadi dokter. Namun Allah berkehendak lain, kelebihan saya sebagai orang yang cakap dalam berbicara, membuat saya terjun dalam dunia Komunikasi.
Saya mempunyai banyak kelemahan pada diri saya. Menangis atau bisa dibilang cengeng. Mulai dari melihat adegan yang menyedihkan, mengharukan sampai bahagiapun saya akan dengan mudah meneteskan air mata. Entah mengapa, saya sangat mudah sekali menangis. Lebih parahnya lagi saya tidak bisa diperlakukan secara sepele atau diperlakukan secara kasar, karena saya akan mudah ngambek, nggondok, marah dan sebagainya. Apalagi ketika PMS, masa-masa tersebut akan membuat mood saya hancur berantakan. Kadang kala teman-teman dan keluarga terdekat saya yang akan mendapatkan imbas dari mood berantakan saya ini. Biasanya saya suka marah-marah nggak jelas, mulut kayak bebek tanpa alasan, sampai diam seribu bahasa nggak mau ngomong sama siapapun. Akhirnya apabila saya dalam keadaan PMS ini, saya sering mengindari kontak dengan orang-orang disekitar saya, karena saya takut nantinya mereka menjadi imbas dari ketidaktahuan mereka.
Satu kekurangannya saya adalah sebuah kelebihan saya. Namun ini adalah kelebihan berat bedan. Sudah ribuan cara dan ribuan kali saya mencoba untuk diet namun hasilnya adalah non sen. Mungkin saya memang diciptakan sebagai gadis gendut yang lucu, imut, unyu, dan gemesin K mulai dari menahan makan, menahan nafsu sampai menahan keluarnya uang di saku, sudah saya coba. Dan pada akhirnya saya menyerah karena menurut mama saya, saya tidak gendut dan cantik tidak ada duanya. Nenek saya tinggi besar, mbah kung saya tinggi besar, ayah saya gendut, tinggi, besar, mama saya gendut. Saya menyimpulkan saya terlahir dari keturunan yang besar dan gendut. Pasrah.
Demikian tentang diri saya.